-Rintihan Hati Sang Pendamba-
Wahai akhi yang baik hatinya…
yang
santun tutur katanya… dan yang terpuji tingkah lakunya…
sungguh kau adalah cerminan dari sosok
impian setiap wanita yang mendambamu. Mendambamu disetiap doa malam mereka.
dan apakah aku harus ikut berdoa bersama
mereka yang mendambamu ???
Akhi yang tulus hatinya…
Aku tak ingin seperti mereka yang hanya
bisa mendambamu, tapi aku ingin bisa menjadi bagian dari hidupmu, aku ingin
bisa menjadi sesuatu yang kau sukai, aku ingin bisa menjadi sesuatu yang bisa
selalu ada didekatmu… Apapun itu, asalkan melengkapi hidupmu…
Tapi
semakin aku menolak menjadi bagian dari mereka yang mendambamu, aku semakin
terjerat oleh sosokmu bahkan aku adalah wanita yang paling mendambakan
kehadiranmu… aku ingin menjadi pendengarmu yang baik, tuntun aku agar aku
selalu peka terhadapmu, peka akan segalanya yang berbunyi kamu… aku harus
menjadi apa yang membuatmu sadar bahwa aku layak untukmu, dan kau sadar dengan
usahaku untukmu.
Jika aku tak lagi mencintaimu, aku tetap
berusaha membangun kembali cinta itu dengan apa adanya. pada akhirnya, aku
tetap menunggumu menepis kucilan, melapangkan dada saat direndahkan dan sabar
menghadapi segala yang terlihat seperti belum berpihak kepadaku.
bantu aku agar aku bisa memakai rindu
dengan sebaik-baiknya… aku ingin
dituntun olehmu… bantu aku agar ikhlas menunggumu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar